Sebut Saja Kata Pengantar



Finally Amd, yay!!!

Banyak yang mau aku sampaikan. Kalau di kata pengantar ini gak bakal cukup.

Mungkin buat orang lain ini lebay atau bilang "Alah, cuma gini doang kata2nya setinggi langit."

Tapi, bagi aku ini gak mudah lewatinnya.

Untuk sampai ke titik ini, aku ngalamin kesulitan kondisi kesehatan, secara fisik aku udah benar-benar gak kuat.

Untuk sampai ke titik ini, walaupun gak kuat aku tetap berusaha karena aku gakmau tertinggal di belakang

tapi, walaupun udah berusaha, aku gak mampu lewatinnya sendiri.

Karena..

Untuk sampai ke titik ini, ada orang-orang tersayang dibalik itu semua.

Mereka adalah...


 
Buat Mama, makasi banyak atas dukungan, semangat, kasih sayang, semua yang udah diberikan.
Maaf selama ini cifa bandel dinasihatin, semua rasa sakit dan penderitaan cifa, mama rela cifa lampiasin ke mama. Yang paling teringat pas cifa sakit mama bersikeras nganterin cifa ke kampus buat pengujian tugas akhir ini. Cifa gak malu walaupun diliatin temen. Mama nungguin sampe cifa pulang karena cifa susah jalan, jalan dikit aja udah ngosngosan kayak mau pingsan. Tapi mama rela ngelakuin itu sampe cifa agak pulih. Mama selalu ngelakuin apapun biar cifa mau makan walau cuma sesuap aja karena berat badan turun drastis waktu itu. Makasi sekali lagi mama selalu ada di masa kritisku dimana saat itu juga aku harus ngerjain tugas akhir. Apapun yang cifa kasi ke Mama gak akan pernah cukup untuk ngebales semua kasih sayang Mama ke cifa. Love you, Mom. (percaya atau enggak, aku ngetik kalimat-kalimat ini sambil nangis 😢)

Buat Papa, makasi udah banyak khawatir, sering nanya kabar cifa lewat mama walaupun papa sering pulang balik keluar kota. Makasi Papa selalu nemenin Mama bolak balik nganterin cifa medical check up, nyariin makanan ini itu biar cifa mau makan. Papa yang selalu ada disaat cifa ngerasa Mama lelah ngurus cifa waktu sakit. Semoga suatu saat cifa bisa ketemu orang kayak Papa yang setia disamping Mama sampai tua :)

Makasi juga buat bangKiki dan Apis yang banyak direpotin selama ini. Makasi udah sering beliin sate waktu cifa gak selera makan :p. Makasi udah kasi semangat, ngehibur, dan buat cifa perlahan-lahan ketawa lagi. Dan yang spesial buat Kuro, my moodbooster, my little prince, makasi uda jadi bagian dari keluarga ini. Keberadaan Kuro menambah kebahagiaan keluarga ini. Nyaw..

Nb : Foto ini diambil sama Puput waktu liburan ke Pangururan tepatnya di depan mesjid Jalan Danau Toba. Ini kondisi aku udah lumayan kuat dan cukup gemuk buat diajak liburan. Mama sama Papa yang handle liburan ini katanya untuk ngehibur dan ngilangin stress aku. Makasi Ma, Pa :*


Selanjutnya ada...


Idk how to start. No one can describe how much i love them 💓💓💓

Aku gak peduli apa kata orang lain tentang kita. Gimana orang-orang menilai kita tentang seleksi pertemanan. Karena mereka yang menilai itu gaktau ceritanya gimana. Mereka cuma bisa menilai dari apa yang mereka lihat dan dengar dari orang lain. Tapi inilah mereka, keluarga kecilku.
Mereka bantu aku ngelewatin semua hal sulit di kampus. Banyak suka duka aku jalani bersama orang-orang yang kusayangi ini. Karena banyaknya momen itu sampai gak bisa aku ceritakan satu persatu.
Terimakasih banyak buat kalian yang ada di foto ini, umak Vera, Puput, dan Betri. Aku gaktau kalau gak ada kalian apa aku sanggup sampai ke titik ini. Hiks. Orang-orang yang selalu maksa aku habisin makanan, ngingetin minum obat, nganterin kesana sini dan masih banyak lagi. Makasi untuk sama-sama ngelewatin hal sulit di kampus. Makasi udah mau aku repotin. Makasi udah bantuin aku ini itu. Makasi. Makasi. Makasi. Love you muah muah :***

Untuk ke depannya aku berharap kita bisa ketemu lagi di masa depan dimana masing-masing kita udah sukses berkarir dan gendong anak :p


Sebenarnya banyak lagi orang-orang yang bantu aku selama ini. Terimakasih buat keluarga besar Asli Zein :D, buat Wisi Berjaya kata-kata penyemangat dan doanya makasi :*, dan yang lain yang gakbisa aku ketik satu persatu. Terimakasih sekali lagi.

Next post, aku bakal posting tentang wisuda bulan Mei. See youuu...

Cinta Tanpa Syarat

Aku pernah mengenal cinta tanpa syarat yang pernah berpangku dalam waktu yang lama

itu hanya melewati hampir seribu hari yang membosankan

kecuali saat bersamamu

Aku pernah mengenal cinta tanpa syarat melalui cerita masa lalu yang terkuak

hati kecilku sedikit tercabik liar mendengarnya

tapi itu yang membuat kita pernah sedekat nadi

Aku pernah mengenal cinta tanpa syarat yang membawa pesan sederhana mengungkap isi hati

pesan itu kuterima ketika separuh rasa meraung sepi

walaupun saat itu jarak pemisah yang lebar menjadi saksi janji suci

9 TIPE MAHASISWA MENJELANG DEADLINE TUGAS

Sumber : https://houseofva.wordpress.com/2013/09/13/tugas-oh-tugas/



*Keluar dari kardus*

Halo readers dan sahabat sipil yang paling kusayangiiii muaaah :*

Aku tau beberapa dari kalian pasti ada yang stress ntah itu karena diputusin sejenis spesies yang disebut pacar atau karena ini udah akhir-akhir semester yang ngebuat semakin banyak tugas dan ujian. Aku tau kok karena lagi ngerasain yang terakhir. Jadi mahasiswa teknik engga menyenangkan dan susah dijalanin :'( *piso mana piso??*

Kayaknya semakin mendekati semester akhir, kepala jadi makin mumet mikirin PKL, kantung mata makin lama makin jatuh kayak abis nahan beban 100ton, kulit makin item karena banyaknya praktek, uban makin banyak karena tiap hari buat laporan, badan makin bau karna jarang mandi, dan hati makin nyesek karena liat abangtu deket sama cewe lain #eh #abaikanyangterakhir

Jadi siklus mahasiswa teknik itu mulai Senin kaya gini:

Teori ---> Ujian ---> Praktek ---> Laporan ---> Teori ---> Ujian ---> Praktek ---> Laporan ---> Acc ---> Revisi ---> Teori ---> Ujian ---> Praktek ---> Laporan ---> Acc ---> Revisi---> Kunjungan Proyek ---> Teori ---> Ujian ---> Praktek ---> Laporan ---> Acc yang ke-100 ---> Revisi ke-100 ---> Mati

Mulai dari pagi kuliah dan praktek sampe sore, terus pulangnya ngerjain tugas dan laporan sampe pagi, lalu kuliah lagi. Kalo kalian nanya "tidurnya kapan?" kalo aku sendiri sih tidurnya di kampus waktu ada jeda mata kuliah, kadang waktu dosen lagi ngejelasin materi juga sempet tidur (tergantung dosennya yang mana), dan satu lagi kesempatan tidur itu waktu kena macet atau lampu merah di jalan. Terkadang di jalan mau pulang sering ketiduran di motor saking gak tahan ngantuknya, gaktaunya dibelakang udah pada ngeklakson aja atau pernah hampir nabrak kendaraan di depan. #adeganberbahaya #janganditiru

Dan semakin dekat sama tugas akhir tuh rasanya kehidupan belantara di kampus teknik jadi makin kejam, mulai dari prakteknya, dosennya, atau bahkan teman sekelas rasanya juga makin kejam. Kita benar-benar dipaksa buat bersaing tanpa kenal mana kawan mana lawan. Setidaknya itu yang aku rasain akhir-akhir ini. Rasanya kelas kaya terbagi menjadi tiga kasta. Jadi makin keliatan perbedaan kelompok mahasiswa pintar, mahasiswa biasa aja, dan mahasiswa engga pintar. Kejam ngga? :D #yanamanyajugahidup

Udahan deh ya basabasinya. Sebenarnya aku mau ceritain beberapa tipe mahasiswa menjelang deadline tugas kuliah. Kayaknya udah kodratnya tugas dikerjakan sehari sebelum deadline, padahal dikasih tugas itu sebulan sebelumnya. Katanya sih biar greget dan nantang gitu :D karena itu pula mulai keliatan beberapa karakter mahasiswa beberapa jam, menit, dan detik menjelang deadline tugas. Dan ada beberapa tipe aku sendiri juga.

Sebagaimana yang udah aku teliti dan uji beberapa sampel mahasiswa di lab Mekanika Mahasiswa, didapatlah persen kadar pelit, kadar baik, dan kadar gila nya. Penasaran ? Berikut adalah hasil analisanya :


Curhatan Anak Sipil (bagian 2)

Post pertama di tahun 2015!!!

Ada yang kangen samaku? Gak ada, ya? Oke.

Sebelum disibukkan lagi sama perkuliahan, aku pengen mengabadikan momen yang aku habiskan selama semester 3. Yup, it mean, 4 hari lagi (tgl 2 februari masuk kuliah) aku resmi semester 4. Aku bersyukur masih bisa hidup di tengah kejamnya kehidupan belantara kampus teknik :') Emang kejam banget ya? Bagi aku yang cuma seonggok upil ini, sih, iya. Susah banget ya emang buat gak ngeluh sehariiii aja. Lelah adek, bang! Lelah! :(

Dia itu kunang-kunang

Pada suatu masa, kunang-kunang itu datang

membawa setitik cahaya yang dikelilingi kegelapan

Bisakah aku menerangi sisi itu?

Dalam hati aku merutuki diriku,

yang bahkan tak bisa memutuskan apapun

Bukan tidak bisa, hanya tidak mungkin

Aku Dan Sesuatu Yang Baru

Kalau diingat-ingat ada banyak hal menarik yang baru-baru ini aku ketahui/cari tahu. Aku orangnya emang cepat dan gampang penasaran. Misalnya, kalau udah baca satu buku yang benar-benar menarik, tiba-tiba di tengah ceritanya ada konflik yang merusak mood banget, aku langsung gak sabaran pengen tahu endingnya. Tanpa buang-buang waktu langsung aja deh aku loncat ke halaman terakhir buku itu. Hehehe. Jadi urutan membaca bukunya itu gini : Awal halaman --> Akhir halaman --> Pertengahan
Gitu juga kalau nonton film.

Aneh ya? Banget. Tapi gak semua buku dan film kok yang aku pakai urutan kayak gitu.

Kadang Aku Seperti...

Kadang aku merasa seperti batu apung
Terlihat besar, namun ringan
Aku terlihat kuat, namun hatiku rapuh
Digunakan jika hanya perlu
Bahkan hanya untuk uji coba karena namaku
Kehadiranku tak terduga dan berpindah pindah
Ada yang menemukanku, lalu meninggalkanku di sebuah tempat
Tapi ini mungkin menjadi tempat terakhirku

Kadang aku merasa seperti bangku kosong di tempat sunyi
Sulit menemukanku karena tampakku hanya di tempat tertentu

Aku Tidak Tahu

Aku tidak tahu
Kapan terakhir kali aku benar-benar menyukai sesuatu dan seseorang

Aku tidak tahu
Apa dan siapa yang kusukai saat terakhir kali aku menyukai

Bahkan, aku tidak tahu apa itu suka dan bagaimana
Seperti halnya tanaman stroberi yang ditumbuhi bunga crysant
Atau serigala yang melahirkan domba
Semua itu masih mustahil dirasakan

Ada kalanya, seseorang dan sesuatu itu menjadi obsesi bagiku
Dan aku tidak tahu obsesi yang bagaimana
Itu kata seorang teman

Mau Jadi Mahasiswa? Stop! Ospek Dulu..

Sumber foto : http://beritasore.com/2011/08/11/ospek-unimed-bernuansa-pembentukan-karakter/


Hai minnaaaa. Ogenki desu ka? Pasti baik dong ya. Yaudah kuanggap jawabannya 'baik-baik aja'.
Oiya, sesuai janjiku di posting 'Kehidupan Baru, Semangat Baru', aku bakal ceritain gimana serunya “Os” to the “pek” yang aku jalani selama tiga hari. Sebenarnya ini telat posting banget karena beberapa bulan yang lalu (tepatnya setelah ospek) blog ini sempat kena malware. Dan pas aku nge-post ini, aku udah semester..emm mau naik semester 3 gitu deh. Yaudah, anggap aja ini buat anak SMA yang bakal lanjut ke Universitas. Supaya kalian tau ospek kampus itu seperti apa :3

Oke, ospek dilakukan selama tiga hari yaitu, mulai tanggal 14 s/d 16 Agustus 2013. Gak begitu seru sih (karena gak dapat kawan baru). Sebagai satu dari enam ribu mahasiswa baru di Unimed yang mengikuti ospek, aku berpendapat kalau ospek kuliah itu gak jauh beda sama ospek masa SMA. Sama-sama ngebosenin. Well, aku bakal ceritain mulai dari hari pertama.

Hal-Hal Ngeselin yang Sering Ditemuin di Jalan Raya


Kalau dihitung-hitung udah hampir setahun kuliah di kampus yang supeeeerrr jauh dari rumah. Kan ada tuh lagunya, “Kampus nan jauh di matoooo..” #itukampuang #PLAK . Jadi, udah hampir setahun juga dapat pengalaman yang beragam selama berkendara ke kampus (kebanyakan dukanya sih). Pokoknya panas, hujan, macet, ngantuk, berdebu, nge-krik di jalan udah jadi santapan tiap hari. Gak ada sukacita untuk pengendara motor kecuali pas macet. Karena semacet apapun jalan, cuma motor yang tetap bisa jalan. Muehehe.

Dari rumah ke kampus itu paling cepat 40 menit, itu juga naik motor. Beda lagi kalau dari kampus ke rumah (kalau pulang sore) bisa memakan waktu hampir satu jam, udah di hitung macet. Dan belum lagi kalau ban bocor atau putus tali kipasnya, itu bisa 3 jam-an baru nyampe rumah (udah di hitung dorong motor dan membusuk di bengkel).

Berarti, dalam seminggu, aku menghabiskan waktu 6-8 jam di jalan. Tentu dari waktu yang cukup lama itu, aku sampai udah hapal banget kondisi-kondisi jalan raya yang tiap hari aku lewati. Mulai dari suatu jalanan diperbaiki sampai selesai diperbaiki. Atau mulai dari polisi tidur masih baru sampe udah melepes. Dan sebagai pengamat jalan raya yang handal  #eaak , aku mau ngasih tau bahwa banyak banget hal ngeselin yang sering aku atau mungkin kalian juga pernah temuin di jalanan. Apa sajakah itu? Let’s see..

Watching Anime in My Free Time

Heyyy, i'm baaacckk. Wassap bradaaaahh??!? hehe

Jadi, yang lagi libur ini pada ngapain, sik, kerjanya? Apa cuma bangun tidur, sarapan, nonton FTV, online, tidur lagi, makan lagi, nonton lagi, dan lalu tidur selamanya? :o

Emaaang sih, momen ngebosenin itu, pas libur panjang. Apalagi kalau gak liburan. Beuh, bosen gila :)
Dan biasanyaaa, itu dialami oleh anak SMA yang udah tamat. Sebagian emang ada yang sibuk bimbel sana-sini, menghabiskan waktu belajar seharian demi masuk kampus paporitnya. Tapi gak sedikit juga yang males-malesan dirumah buat refreshing otaknya. Liburan sih ada, tapi bentar aja. Abis itu balik lagi bosen di rumah.

Aku juga dulu sempat ngerasa bosen gitu. Waktu luang gak tau mau dipake buat ngapain. Bangun tidur, gitaran, sarapan, bengong sambil megang hape, makan lagi, nonton tv. Sampai pada suatu siang, sepupuku datang dengan..ah, aku lupa dia bawa laptop atau flashdisk. Terus dia pake laptop abangku buat nonton kartun. Dan pas sepupuku pulang, eh jumpa kartun itu lagi. Giliran abang yang nonton. Karena penasaran, iseng-iseng ikut nonton, enak, keterusan deh :D

Dan ternyata, sebelumnya aku udah pernah nonton kartun itu di tv dulu. Tapi gambarnya masih jelek. Dan ini dibuat versi 2011-nya (sebelumnya tahun 1999). Dan ternyata juga, itu bukan kartun, tapi anime. Sama aja sih sebenarnya. Menurutku, Anime itu udah pasti kartun, tapi kartun belum tentu anime. Karena, anime itu kartun dari Jepang. Mau tau anime apa?

Teman Sejati, Bukan Sahabat

Teman sejati, bukan sahabat.

Sahabat selalu datang disaat senang,

tapi teman sejati akan datang saat senang dan susah.

Sahabat akan bersimpati saat musibah datang menghampiri,

tapi teman sejati akan berempati.

Sahabat selalu bersama kemana-mana dan akan marah jika salah satunya mendekati kelompok lain,

teman sejati juga bersama tapi tidak pernah membatasi pertemanan.

Because everyone has their own world.

Everyone has their own time.

Everyone has a privacy.

Bukan aku gak percaya arti 'sahabat',

tapi bagiku sahabat gak pernah ada.

Karena aku hanya punya teman sejati,

bukan sahabat.



Seven idiots (satu lagi gak bisa datang) bawain lagu Mungkinkah-nya Stinky :)



Note : Happy Birthday buat Puput yang ke 18 tahun. Semoga makin semoga.

Surat dari Pengagum Rahasia

Dear, Malaikat yang lupa membawa sayap.

Sejak kau menampakkan sosokmu,

Kelam malam tak lagi menggelapi pagiku,

siangku tak lagi sesuram hujan sore,

Permainan Masa Kecilku

Zaman sekarang kayaknya gak perlu kaget lagi kalau ngeliat anak umur 4-12 tahun atau sampai masa SD kelar gitu, udah mainin berbagai merk gadget. Rasanya kalau ngebandingin sama masa kecilku dulu, jangankan megang handphone, mainin komputer aja hampir gak pernah. Palingan nonton tv acara kartun. Karena dulu tiap hari minggu dari jam 5 sampe jam 11 pagi acara kartun gak akan berhenti, mulai dari doraemon, shinchan, ninja hatori, tsubasa, conan, dragon ball, Anpanman, Atashinchi, dan masih banyak lagi. Bahkan siang-siang juga ada kartun kayak Pinky Momo, Hatchi si lebah, dan Chibi Maruko-chan.

Beda dengan sekarang, yang mulai dari channel 0-100 acara tv musik semua. Makanya gak heran anak-anak zaman sekarang pada cepat tua. Umur 4 tahun aja udah bisa joget cesar la, oplosan la, atau ala ala boy/girlband. Aku agak kasian sama mereka yang gak merasakan masa indah kayak zamanku dulu :(

Aku mau cerita mainan-mainan yang waktu kecil sering banget aku mainin bareng kawan sekolah atau sepupu di rumah. Permainan yang sekarang udah gak kelihatan lagi dan terlupakan. Tapi, aku yakin banyak juga orang yang masih ingat permainan-permainan ini.

Hujan Di Balik Hujan



Hari ini hujan turun lagi. Lebih deras dari sebelumnya.

Tiga jam sebelumnya, semua masih baik-baik saja. Hingga kehadirannya memperluas jarakku denganmu.

Tiga jam sebelumnya, aku masih tertawa, disampingmu. Menertawakan hal yang kau sebut lelucon.

Tiga jam sebelumnya, kau mengatakan hal yang membuatku tersipu. Bahwa, aku terlihat sangat manis ketika tertawa.

Dua jam sebelumnya, kau bercerita tentang seorang yang kau sukai. Yang membuatku menyangkal hal seperti, “Apakah itu aku?”

Dua jam sebelumnya, kau semakin asik bercerita. Dan aku semakin percaya diri.

Sejam sebelumnya aku bertanya padamu, “Apa aku bisa jadi lebih dari sekedar temanmu?”

Dan kau menjawab “Tentu. Kita kan sahabat. Karena itu, bantu aku dekat dengannya, ya?”

Tiga jam berlalu. Di cuaca yang mendung, hatiku pun mendung. Percaya diriku runtuh.


Saat itu juga hujan turun deras. Sederas air mata yang membasahi pipiku.

Ku harap hujan ini tak kan berhenti. Agar dapat terus menutupi hujan di wajahku.

Curhatan Anak Sipil

Assalamualaikum

Alhamdulillah blog ini udah pulih lagi. Jadi aku masih bisa menyalurkan hobiku ke publik dengan tulisan-tulisan sesat ini. HAHAHA.

Oiya, aku mau cerita aja deh. Sekarang aku udah semester 2 di teknik sipil. Cepat banget ya? Gak kerasa? Kerasa banget kok sebenarnya. Kerasa banget pergi pagi pulang malamnya. Kerasa banget susah matakuliahnya. Mungkin ini efek ketidakikhlasan aku kali ya. Ngomongnya sih aku udah ikhlas ngejalani jurusan ini. Etapi ngeluh mulu tiap ada mata kuliah hitung-hitung. itu mah sama aje kagak ikhlas #huft

Kuliah disana tuh, ada nyaman dan gak nyamannya. Salah satu yang bikin aku betah disana yaitu UKMI Ar-Rahman. Aku udah belajar banyak disana. Jauh lebih banyak dan lebih paham daripada 21 sks yang aku jalani tiap minggu. Dan yang bikin aku gak nyaman terutama matematikanya (udah mencakup semua hal yang menghitung, termasuk mekanika). Aku emang benci matematika dari awal. Padahal di sipil ini hal itu yang paling penting. Ah, sudahlah.

Jarak rumah ke kampus juga salah satu yang buat aku gak betah buat lama-lama disana. Kalian pikir enak pagi-pagi bawa motor tanpa SIM sambil nenteng tas 10 kilo+gantungin tabung gambar selama hampir satu jam? Dan baru pulang jam 8 malam? Emangnya enak tiap hari sarapan asap? Mamam deh.

Koin dari Teman Masa Lalu (bagian 2)


“Di-Disa..” ucap Tita terbata-bata.

Sementara Disa hanya melihat kedua orang yang sekarang ada di depannya dengan tatapan tidak percaya. Matanya mulai berkaca-kaca menahan tangis. Ternyata benar kecurigaannya selama ini, bahwa Asta itu adalah Luki, sahabatnya di masa lalu. Dan juga, Tita, teman yang selama ini ia percaya, entah sejak kapan mulai membohonginya.
Disa melangkahkan kakinya dan menenteng sepedanya agar dapat segera pergi dari tempat itu. Asta yang tadinya hanya menatap sosok cewek yang masih dicintainya itu, mulai mengejar dan menghentikan langkahnya yang sudah agak jauh dari rumah Tita. Sementara, Tita hanya menunggu dan berharap Asta menjelaskan semuanya ke Disa.
“Disa! Tunggu!” Asta menghentikan langkahnya. Kali ini gadis itu tidak bisa menghindar lagi karena cowok itu sekarang tepat hadapannya seakan menghalangi jalannya. Asta diam, tidak tau harus menjelaskan dari mana. Disa hanya menundukkan kepala untuk menyembunyikan air matanya. Karena tidak sabar menunggu, ia mulai melangkahkan lagi kakinya.

Koin dari Teman Masa Lalu



Seorang anak perempuan berusia tujuh tahun tampak terengah-engah karena berlari mendekati teman yang sudah sepuluh hari dikenalnya, sedang duduk di rumput pinggir sawah.
“Hei, hidung rata. Kamu kemana aja, sih? Kok lama banget?”
Perempuan yang dipanggil ‘hidung rata’ itu tampak mengerucutkan bibirnya setelah diejek oleh laki-laki yang diam-diam disukainya itu. Disa memang berhidung pesek atau lebih tepatnya berhidung kecil yang membuat kesan imut di wajahnya.
“Maaf, Luki. Tadi aku disuruh mamaku sebentar. Hehe.”
Luki merengut mendengar jawaban Disa, “Yaudah gak apa-apa. Duduk sini.” Katanya kemudian sambil menepuk tanah berumput di sebelahnya.
            “Ada apa sih? Kamu kok tumben manggil aku kesini? Sore-sore gini lagi.” tanya Disa penasaran. Luki hanya diam menanggapinya, kemudian mengeluarkan koin seratus rupiah dari saku celananya.
            “Sebelumnya kita main ‘Jujur-jujuran’ dulu. Seperti biasa, kamu yang lambang burung garuda, dan aku angka seratusnya.” jelas laki-laki yang ternyata diam-diam juga menyukai gadis berusia 7 tahun itu.
            Tiap kali bertemu, mereka selalu memainkan permainan yang mereka sebut ‘Jujur-jujuran’ itu. Cara bermainnya, salah satunya harus melempar koin lalu menangkapnya di punggung tangan. Yang pilihan sisi koinnya di atas itulah yang akan memberi pertanyaan, dan lawannya harus menjawab dengan jujur. Tentu saja, ini hanya bisa dimainkan oleh dua orang.
            “Oke. Setuju.” jawab Disa disertai anggukan dan cengiran khasnya.
           

Kehidupan Baru, Semangat Baru...



Kasian juga ya blog ini. Udah hampir setahun dianggurin. Huft~
Ada dua faktor kenapa aku gak ada posting setelah ulang tahunku beberapa bulan yang lalu. Pertama, blog ini sedang dalam renovasi (yaelah bro bahasanya) waktu itu. Jadi, demi menjaga ketentraman sang pembajak pembuat header blog(Imam ramzani), aku memutuskan untuk vacuum cleaner hingga blog ini benar-benar siap di isi kembali #tsaah #padahalemangmalasngeblog #PLAK

Nah, faktor yang terakhir inilah yang pengin aku ceritakan ke kalian. Muahahaha..uhuk..uhuk.. *keselek laptop*

Jadi, udah hal yang lazim bagi anak kelas 3 SMA yang baru tamat untuk mengikuti berbagai ujian masuk ke universitas yang diinginkan. Begitulah yang terjadi dengan aku dan beberapa ceman-ceman akoh. Masalahnya adalah, apa itu lazim? Entahlah, aku juga gak tau.

My Second Home


Udah jadi kebiasaan sebelum mulai nulis, aku selalu buka Winamp dan nyalain musik. Lagu “It will rain” nya Bruno Mars mengalun jelas melalui headphone ke telinga. Lalu, aku klik file fiksi horror dengan nama “belum ada judul” di Ms.Word. Masih 2 page. Bingung dengan kelanjutan ceritanya, aku diam beberapa menit. Sampai lagu “It Will Rain” habis aku masih terdiam. Lalu lagu berlanjut. Masih dengan keheningan, aku dengerin opening lagu itu. Lagu yang gak asing lagi..

Suatu hari di kala kita duduk di tepi pantai
dan memandang ombak di lautan yang kian menepi
burung camar terbang bermain di derunya angin
suara alam ini hangatkan jiwa kita….

Lagu “Kemesraan” nya Iwan Fals ini sukses buat air mataku netes. File fiksi horror yang terbuka saat itu, langsung aku close. Tanganku udah gatal pengen nuangin rindu ini ke anak IPA-2. Disini aku bakal nyeritain tentang “My Second Home”.


 

Copyright © Syifa-chan. Template created by Volverene from Templates Block
WP by Simply WP | Solitaire Online