Teman Sejati, Bukan Sahabat

Teman sejati, bukan sahabat.

Sahabat selalu datang disaat senang,

tapi teman sejati akan datang saat senang dan susah.

Sahabat akan bersimpati saat musibah datang menghampiri,

tapi teman sejati akan berempati.

Sahabat selalu bersama kemana-mana dan akan marah jika salah satunya mendekati kelompok lain,

teman sejati juga bersama tapi tidak pernah membatasi pertemanan.

Because everyone has their own world.

Everyone has their own time.

Everyone has a privacy.

Bukan aku gak percaya arti 'sahabat',

tapi bagiku sahabat gak pernah ada.

Karena aku hanya punya teman sejati,

bukan sahabat.



Seven idiots (satu lagi gak bisa datang) bawain lagu Mungkinkah-nya Stinky :)



Note : Happy Birthday buat Puput yang ke 18 tahun. Semoga makin semoga.

Surat dari Pengagum Rahasia

Dear, Malaikat yang lupa membawa sayap.

Sejak kau menampakkan sosokmu,

Kelam malam tak lagi menggelapi pagiku,

siangku tak lagi sesuram hujan sore,

Permainan Masa Kecilku

Zaman sekarang kayaknya gak perlu kaget lagi kalau ngeliat anak umur 4-12 tahun atau sampai masa SD kelar gitu, udah mainin berbagai merk gadget. Rasanya kalau ngebandingin sama masa kecilku dulu, jangankan megang handphone, mainin komputer aja hampir gak pernah. Palingan nonton tv acara kartun. Karena dulu tiap hari minggu dari jam 5 sampe jam 11 pagi acara kartun gak akan berhenti, mulai dari doraemon, shinchan, ninja hatori, tsubasa, conan, dragon ball, Anpanman, Atashinchi, dan masih banyak lagi. Bahkan siang-siang juga ada kartun kayak Pinky Momo, Hatchi si lebah, dan Chibi Maruko-chan.

Beda dengan sekarang, yang mulai dari channel 0-100 acara tv musik semua. Makanya gak heran anak-anak zaman sekarang pada cepat tua. Umur 4 tahun aja udah bisa joget cesar la, oplosan la, atau ala ala boy/girlband. Aku agak kasian sama mereka yang gak merasakan masa indah kayak zamanku dulu :(

Aku mau cerita mainan-mainan yang waktu kecil sering banget aku mainin bareng kawan sekolah atau sepupu di rumah. Permainan yang sekarang udah gak kelihatan lagi dan terlupakan. Tapi, aku yakin banyak juga orang yang masih ingat permainan-permainan ini.

Hujan Di Balik Hujan



Hari ini hujan turun lagi. Lebih deras dari sebelumnya.

Tiga jam sebelumnya, semua masih baik-baik saja. Hingga kehadirannya memperluas jarakku denganmu.

Tiga jam sebelumnya, aku masih tertawa, disampingmu. Menertawakan hal yang kau sebut lelucon.

Tiga jam sebelumnya, kau mengatakan hal yang membuatku tersipu. Bahwa, aku terlihat sangat manis ketika tertawa.

Dua jam sebelumnya, kau bercerita tentang seorang yang kau sukai. Yang membuatku menyangkal hal seperti, “Apakah itu aku?”

Dua jam sebelumnya, kau semakin asik bercerita. Dan aku semakin percaya diri.

Sejam sebelumnya aku bertanya padamu, “Apa aku bisa jadi lebih dari sekedar temanmu?”

Dan kau menjawab “Tentu. Kita kan sahabat. Karena itu, bantu aku dekat dengannya, ya?”

Tiga jam berlalu. Di cuaca yang mendung, hatiku pun mendung. Percaya diriku runtuh.


Saat itu juga hujan turun deras. Sederas air mata yang membasahi pipiku.

Ku harap hujan ini tak kan berhenti. Agar dapat terus menutupi hujan di wajahku.
 

Copyright © Syifa-chan. Template created by Volverene from Templates Block
WP by Simply WP | Solitaire Online